Konsumen yang berusia muda rata-rata lebih memilih konten yang “tidak dibuat-buat” dan terasa alami. Konten bersponsor yang dikemas secara soft-selling dan seakan-akan direkomendasikan oleh influencer nyatanya terbukti cukup efektif.

Berbeda dengan iklan, influencer mampu mempromosikan produk secara autentik dan lebih personal. Mereka memberikan kesan bahwa sebuah produk itu bagus, dan bisa membangun kepercayaan dengan follower. Sehingga, follower bisa diyakinkan untuk memilih produk tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *